Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 merupakan periode legislatif krusial yang berlangsung di awal tahun, dimulai pada Januari 2026 dan resmi berakhir pada hari Kamis, 19 Februari 2026. Penutupan masa sidang ini dilakukan melalui Rapat Paripurna ke-14 yang dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dengan tingkat kehadiran fisik mencapai 293 anggota, yang secara hukum telah memenuhi syarat kuorum pengambilan keputusan. Selama kurang lebih dua bulan berjalan, DPR RI fokus pada sinkronisasi agenda nasional pasca-transisi tahun anggaran serta penguatan posisi diplomasi Indonesia di kancah global. Dengan berakhirnya masa sidang ini, seluruh anggota legislatif kini memasuki Masa Reses hingga pertengahan Maret 2026, sebuah fase penting di mana para wakil rakyat kembali ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat sekaligus memantau stabilitas kondisi sosial menjelang memasuki bulan suci ramadan.
POINT-POINT HASIL PERSIDANGANMasa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026 secara umum menjadi momentum krusial bagi DPR RI untuk memperkuat fungsi pengawasan dan legislasi dalam merespons dinamika awal tahun yang kompleks. Parlemen berhasil menuntaskan berbagai agenda strategis dengan menyeimbangkan kebutuhan regulasi sosial di dalam negeri seperti perlindungan kelompok marjinal dan stabilitas pangan menjelang Ramadhan serta penguatan posisi tawar Indonesia di kancah internasional melalui modernisasi alutsista dan peran aktif dalam diplomasi perdamaian global. Melalui koordinasi lintas komisi, masa sidang ini ditutup dengan komitmen kuat untuk memastikan seluruh kebijakan eksekutif tetap berjalan transparan, akuntabel, dan tegak lurus pada kepentingan nasional sebelum para anggota dewan memasuki masa reses untuk menyerap aspirasi langsung di daerah pemilihan.
ISU STRATEGIS NASIONALPada ruang lingkup domestik, DPR RI memfokuskan kinerjanya pada pemenuhan hak-hak dasar warga negara dan mitigasi dampak ekonomi di awal tahun. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pertumbuhan nasional sejalan dengan perlindungan hukum yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Berikut adalah poin-poin utama kebijakan dalam negeri:
-
Percepatan RUU Kelompok Marjinal:
DPR RI melalui Badan Legislasi (Baleg) memberikan perhatian khusus pada akselerasi RUU Masyarakat Adat dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT). Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan pengakuan hukum yang kuat bagi subjek hukum yang selama ini rentan terhadap diskriminasi dan eksploitasi, sekaligus menjadi mandat Prolegnas Prioritas 2026. -
Stabilitas Ekonomi Menjelang Ramadhan:
Menghadapi siklus kenaikan harga bahan pokok menjelang bulan suci, parlemen secara aktif melakukan pengawasan terhadap kinerja kementerian terkait. Fokus utamanya adalah menjamin ketersediaan stok pangan nasional dan menekan spekulasi harga di pasar agar beban ekonomi masyarakat tetap terkendali. -
Kepastian Jaminan Kesehatan (BPJS PBI):
DPR memastikan keberlanjutan layanan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) tetap aktif bagi masyarakat kurang mampu. Parlemen menekankan pentingnya sinkronisasi data kemiskinan agar akses terhadap fasilitas kesehatan tidak terputus di tengah proses pembaruan administrasi tahunan. -
Urgensi Keamanan Data Nasional:
Sebagai respons atas maraknya isu digital, DPR mendorong pemerintah untuk segera mengesahkan regulasi turunan dari UU Perlindungan Data Pribadi (PDP). Hal ini dianggap mendesak guna memperkuat pertahanan siber nasional dan melindungi privasi digital seluruh warga negara dari ancaman kebocoran data.
Dalam dimensi luar negeri, DPR RI memfokuskan kinerjanya pada penguatan kedaulatan wilayah serta penegasan peran aktif Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia. Hal ini sejalan dengan mandat konstitusi untuk ikut serta melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan dan perdamaian abadi. Berikut adalah poin-poin utama kebijakan internasional:
-
Modernisasi Alutsista melalui Hibah Jepang:
DPR RI menyetujui penerimaan hibah satu unit kapal patroli dari Pemerintah Jepang senilai JPY 1,9 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari upaya modernisasi alutsista TNI AL untuk memperkuat kemampuan pengawasan dan deteksi dini di wilayah perairan strategis nasional, khususnya untuk menghadapi tantangan keamanan di Laut Natuna. -
Kepemimpinan di "Board of Peace" (BoP) untuk Gaza:
Parlemen secara aktif mengawal keterlibatan Indonesia dalam lembaga perdamaian internasional yang baru dibentuk untuk menangani krisis di Gaza. DPR menekankan agar posisi Indonesia di BoP digunakan secara optimal untuk mendorong bantuan kemanusiaan yang lebih masif serta konsisten memperjuangkan hak kemerdekaan Palestina di forum-forum global. -
Konsistensi Politik Luar Negeri "Bebas Aktif":
Dalam setiap rapat kerja dengan Kementerian Luar Negeri, DPR RI mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam polarisasi kekuatan besar dunia. Parlemen mendorong penguatan kerja sama multilateral yang saling menguntungkan dengan tetap memprioritaskan kepentingan nasional dan menjaga netralitas yang bermartabat. -
Skema Kerja Sama Ketenagakerjaan Bilateral:
Pembahasan mengenai perluasan program pemagangan dan penempatan tenaga kerja terampil ke luar negeri (khususnya Jepang) juga menjadi sorotan. DPR berharap skema ini menjadi solusi strategis dalam menekan angka pengangguran nasional melalui transfer teknologi dan pengalaman kerja internasional yang terproteksi secara hukum.
Setelah resmi menutup Masa Persidangan III, DPR RI menjalankan sejumlah agenda strategis untuk memastikan setiap keputusan sidang terimplementasi dengan baik dan tetap relevan dengan dinamika lapangan. Berikut adalah langkah-langkah strategis pasca-persidangan:
-
Pelaksanaan Masa Reses:
Mulai 20 Februari hingga pertengahan Maret 2026, anggota DPR RI kembali ke Dapil untuk menyerap aspirasi langsung. Fokus utama adalah memantau efektivitas bantuan sosial dan stabilitas harga pangan guna memastikan kesiapan masyarakat menghadapi bulan Ramadan. -
Finalisasi RUU Prioritas:
Alat kelengkapan dewan tetap melakukan pendalaman materi terhadap draf RUU Masyarakat Adat dan RUU PPRT. Hal ini bertujuan agar pada Masa Persidangan IV, naskah akademik telah siap untuk masuk ke tahap pembahasan tingkat pertama. -
Monitoring Hibah Alutsista:
Komisi I DPR RI melakukan koordinasi intensif dengan Kemenhan dan TNI AL guna memastikan proses administrasi penerimaan kapal patroli Jepang berjalan transparan, sehingga aset tersebut dapat segera memperkuat kedaulatan laut. -
Penguatan Diplomasi Internasional:
Perwakilan parlemen terus menjalin komunikasi diplomatik terkait posisi strategis Indonesia di Board of Peace (BoP). Tujuannya adalah memastikan suara Indonesia tetap vokal dalam memperjuangkan misi kemanusiaan di Gaza selama masa reses.
Kesimpulan:
Masa Persidangan III kali ini menunjukkan adanya upaya keseimbangan antara stabilitas domestik dan wibawa internasional. Parlemen berhasil menjalankan fungsi anggaran melalui persetujuan hibah alutsista yang strategis dan fungsi pengawasan terhadap isu kesejahteraan sosial menjelang hari besar keagamaan. Meskipun beberapa RUU krusial masih dalam tahap pendalaman naskah akademik, komitmen DPR RI untuk tetap mengawal isu perlindungan kelompok marjinal dan kedaulatan digital menjadi catatan positif dalam upaya menciptakan kepastian hukum yang inklusif.
Harapan:
-
Transparansi dan Partisipasi:
DPM UNTAR berharap DPR RI semakin membuka ruang bagi publik, khususnya elemen akademisi, untuk terlibat aktif dalam pembahasan RUU Prolegnas 2026 melalui mekanisme meaningful participation agar hukum yang dihasilkan memiliki legitimasi kuat. -
Efektivitas Diplomasi:
Diharapkan posisi strategis Indonesia di Board of Peace (BoP) benar-benar memberikan dampak konkret terhadap penghentian krisis kemanusiaan di Gaza, sejalan dengan mandat politik luar negeri yang bebas dan aktif. -
Akuntabilitas Alutsista:
Terkait hibah kapal dari Jepang, parlemen diharapkan terus melakukan pengawasan ketat terhadap operasionalisasinya agar benar-benar menjadi aset pertahanan yang memperkuat kedaulatan di laut Natuna, bukan sekadar beban pemeliharaan di masa depan. -
Kepekaan Sosial:
Menjelang Ramadhan, diharapkan para anggota dewan yang sedang melaksanakan reses benar-benar membawa aspirasi rakyat terkait harga bahan pokok kembali ke meja sidang untuk dicarikan solusi kebijakan yang nyata.
- https://mongabay.co.id/2026/01/27/bolak-balik-masuk-prolegnas-akankah-dpr-dan-pemerintah-serius-sahkan-ruu-masyarakat-adat/
- https://news.detik.com/berita/d-8362840/pigai-serahkan-draf-ruu-masyarakat-adat-ke-dpr-target-selesai-tahun-ini
- https://www.antaranews.com/berita/5425422/komisi-i-dpr-prabowo-perlu-diberi-kesempatan-bela-palestina-di-bop
- https://www.kompas.id/artikel/puan-politik-luar-negeri-indonesia-harus-tetap-bebas-aktif
- https://news.detik.com/berita/d-8362136/dpr-gelar-paripurna-penutupan-masa-sidang-293-anggota-dewan-hadir?hl=en-ID
- https://www.dpr.go.id/kegiatan-dpr/berita/Masuki+Masa+Reses%2C+Momen+DPR+Perkuat+Gotong+Royong+dengan+Rakyat+di+Bulan+Ramadan-63388?hl=en-ID
- https://share.google/K8Nb83hWWpnqay0tG